KPPBI Ikut Semarakkan Kirab Pancasila di Jakarta

   KPPBI Ikut Semarakkan Kirab Pancasila di Jakarta

Singkron.com- Jakarta, Car Free Day Jakarta hari ini dimeriahkan adanya Kirab Pancasila. Diikuti dari perwakilan beberapa daerah yang ada di Indonesia, kirab berjalan dengan meriah yang dimulai dari Dukuh Atas hingga Bundaran Hotel Indonesia.
Peserta dari Komunitas Perempuan Pelestari Budaya Indonesia yang disingkat KPPBI Pancasila dari ibu-ibu yang tampil sumringah dengan berbagai ragam pakaian semangat mengikuti acara hingga selesai.

Deajeng Dewi Salamuni, Ketua Komunitas Perempuan Pelestari Budaya Indonesia ( KPPBI) menyampaikan kepada awak media kita memang tahun kemarin juga ikut tahun sekarang juga ikut karena kita memang hidup kita ini berpatokan berdasarkan Pancasila dari Pancasila patut kita jaga dan kita budayakan bersama rakyat, rakyat semua dengan cara parade seperti ini supaya rakyat yang lupa pancasilanya jadi ingat berdemokrasi juga demokrasi berpancasila karena di dalam Pancasila itu sudah ada sila-sila etika yang baik dalam berkehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.


Komunitas-Komunitas saya kebetulan banyak dari teman-teman UMKM semua punya usaha usaha dari seluruh Jakarta.  Menyambut hari kelahiran Pancasila maknanya kita bangga sudah sudah memviralkan kembali wujud ideologi Pancasila dan pasti tentunya bermakna bagi masyarakat semua untuk mengingat kembali bahwa kita hidup harus berpatokan Pancasila.

Buat yang muda-mudi jangan lupa harus hafal sila pancasila ini tapi tidak untuk dihafalkan tapi patuh dijalankan dari mulai sila ke-1 sampai ke-5 dijalankan dalam berkehidupan bersosialita di dalam sosmed di manapun berada harus berpatokan Pancasila jadi tidak boleh melenceng, kemudian bersaing perang sendiri antar suku itu nggak boleh karena Pancasila adalah dasar negara kita ujar Deajeng.

Pesan kami selaku Ketua Komunitas Perempuan Pelestari Budaya Indonesia kami juga mengenal politik namun kembali lagi politik berbudaya budaya berpolitik jadi setelah Pilpres kita harus kembali bersatu bersatu dalam Bhinneka Tunggal Ika berbeda tetap bersatu oposisi maupun yang pendukung presiden yang baru semuanya harus rukun semuanya harus bersatu.

Yang dulu lawan jadi kawan kami semua bangsa ini harus lebih maju terutama perempuan harus lebih cerdas ya cerdas, jangan hanya ikut-ikutan tapi berpikirlah pola sehat yang cerdas dan berbudaya.  
Saya kepengennya ke depan harus lebih makmur jangan apa-apa makin mahal-mahal semua ya Jadi kita harus perhatikan ke rakyat kecil jangan menguntungkan yang besar-besarnya baik di luar sekolah maupun di dalam sekolah tutup Deajeng. (har)

Post a Comment

0 Comments